Langsung ke konten utama

HUTAN DAN YANG KITA BUTUHKAN

Sumber: Dokumen Pribadi

Sebagai manusia, kita membutuhkan udara untuk bertahan hidup. Dengan menghirup udara, kita akan mendapatkan oksigen yang tubuh kita butuhkan. Tanpa oksigen, kinerja tubuh akan terhambat bahkan mengalami kerusakan fatal. Fitoplankton dan hutan di daratan merupakan sumber oksigen yang ada di bumi. Namun, keberadaannya terutama hutan kini memprihatinkan karena adanya kegiatan deforestasi untuk kepentingan manusia, seperti pertanian, pemukiman, dan industri. Padahal, hutan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Lalu, seberapakah pentingnya hutan bagi kita?

Sebelum membahas hal yang lebih lanjut, kita perlu memahami pengertian hutan terlebih dahulu. Berdasarkan Undang-Undang tentang Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Definisi tersebut menjelaskan jika hutan didominasi oleh pepohonan, yang selanjutnya terdapat sumber daya hayati lain sebagai satu kesatuan ekosistem. Pepohonan dan tanaman lain inilah yang menghasilkan oksigen bagi manusia.

Proses menghasilkan oksigen ini dilakukan melalui proses fotosintesis. Seperti yang kita tahu, tanaman dan makhluk hidup lain yang memiliki klorofil akan mendapatkan makanannya melalui fotosintesis. Proses fotosintesis memerlukan karbondioksida dan molekul air serta cahaya matahari untuk bisa menghasilkan sumber energi (biasanya karbohidrat), uap air, dan oksigen. Inilah yang membuat makhluk hidup berklorofil, termasuk pohon, untuk tetap ada agar kualitas udara dapat terjaga.

Berdasarkan Food and Agriculture Organization atau FAO (2020), saat ini hutan memiliki luas 31% dari daratan di bumi, lebih dari 4 miliar hektar. Namun, luasan ini menurun dibandingkan saat pra-industri sebesar 5,9 miliar hektar. Menurut informasi dari FAO yang dilansir Earth Policy Institute oleh Adams (2012), luasan hutan dunia menurun sejak 1990 hingga 2010. Luasan hutan yang dimaksud pada tahun 1990, 2000, dan 2010 adalah 4.168 miliar hektar, 4.085 miliar hektar, dan 4.033 miliar hektar. Penurunan luasan hutan ini memprihatinkan karena hutan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

Seperti yang kita tahu kalau bukan hutan yang menjadi penyumbang oksigen terbesar di bumi, melainkan fitoplankton. Fitoplankton mampu menyediakan separuh oksigen yang ada di bumi. Sisanya, berasal dari hutan dan tanaman-tanaman di daratan (Roach, 2004). Namun, hutan tetap dibutuhkan karena ada beberapa alasan, antara lain sebagai berikut.

  •         Hutan membantu memperbaiki kualitas udara
Hutan yang terdiri dari pepohonan menyerap CO2 dari atmosfer. Hal ini dapat memperbaiki kualitas udara. Fitoplankton memperoleh karbondioksida kebanyakan dari lautan, bukan dari atmosfer (Roach, 2004). Selain itu, penelitian Ratnaningsih dan Suhesti (2010) juga menjelaskan jika hutan kota dapat menjadi penyerap polutan udara. Pepohonan mampu menurunkan konsentrasi partikel padat di udara, karena pohon dapat meningkatkan turbulensi aliran udara.  Daun juga memiliki kemampuan menangkap partikel yang dipengaruhi oleh keadaan permukaan daun, yaitu kebasahan, kelengketan, dan bulu daun. Partikel-partikel sebagian menempel pada permukaan daun, terutama daun yang berbulu dan memiliki permukaan kasar. Atas dasar inilah, hutan tetap dipertahankan agar kualitas udara tidak menurun.

  •       Penambahan fitoplankton memiliki dampak negatif
Walaupun fitoplankton merupakan penyumbang oksigen terbesar di bumi, tetapi penambahan fitoplankton akan memebri dampak negatif lainnya. Dikutip dari National Geographic, penelitian Frouin dan tim menyatakan bahwa peningkatan jumlah fitoplankton kemungkinan akan meningkatkan suhu bumi karena peningkatan penyerapan sinar matahari. Akibatnya, pemanasan global akan bertambah parah.

  •            Hutan adalah pendingin bumi
      Hutan memang tidak memberikan oksigen sebanyak fitoplankton. Namun, hutan dapat mencegah        perubahan iklim karena menjadi pendingin bagi bumi. Coe dalam Zimmer (2019) mengatakan            bahwa hutan adalah pendingin raksasa bagi bumi karena menjadikan karbondioksida berkurang          di atmosfer.


  •           Ekosistem hutan berbeda dengan lautan
Ekosistem daratan akan berbeda dengan ekosistem di lautan. Selain udara, hutan juga menjaga air, tanah, dan kekayaan di dalamnya dari kerusakan. Untuk itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga hutan agar kekayaan ekosistem di dalamnya dapat terjaga.


Hutan adalah bagian bumi yang penting bagi kehidupan manusia. Hutan juga menentukan kualitas udara di bumi. Untuk itu, perlu bagi kita tetap menjaga hutan agar kelangsungan hidup kita terjamin. Hal-hal yang mungkin bisa kita lakukan adalah dengan tidak membuka hutan secara sembarangan (seperti untuk pertanian, pemukiman, dan industry) serta menggunakan produk hasil hutan yang tersertifikasi ramah lingkungan (seperti SLVK maupun FSC) karena proses produksinya sudah terjamin minim memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Oh ya, adanya tulisan ini juga dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan oleh KBR. Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di https://m.kbr.id/nasional/05-2020/jaga_bumi_sembari_ikut_lomba_blog_perubahan_iklim_/103105.html . Selamat mencoba dan lebih perhatian dengan alam kita.

Sumber:
Adams, EE. 31 Agustus 2012. Forest Cover. https://www.earth-policy.org/indicators/C56/forest_2012. Diakses pada 13 Juni 2020 pukul 20.20 WIB.
Food and Agriculture Organization (FAO). 2020. The State of The World’s Forests 2020. https://www.fao.org/state-of-forests/2020/en/. Diakses pada 13 Juni 2020 pukul 21.07 WIB.
Ratnaningsih, AT dan Suhesti, E. 2010. Peran Hutan Kota dalam Memperbaiki Kualitas Udara. Jurnal Ilmiah Pertanian. 7(2): 57 – 64.
Roach, J. 7 Juni 2004. Source of Half Earth’s Oxygen Gets Little Credit. https://api.nationalgeographic.com/distribution/public/amp/news/2004/6/source-of-half-earth-s-oxygen-gets-little-credit. Diakses pada 13 Juni 2020 pukul 22.07 WIB
Zimmer, K. 28 Agustus 2019. Why the Amazon Doesn’t Really Produce 20% of the World’s Oxygen. https://api.nationalgeographic.com/distribution/public/amp/environment/2019/08/why-amazon-doesnt-produce-20-percent-worlds-oxygen. Diakses pada 12 Juni 2020 pukul 19.35 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Leani Ratri Oktila, Bangkit di tengah Keterbatasan

Hai, sobat? Apa kabar? Semoga baik bahkan luar biasa, ya. Alhamdulillah, kabar saya baik sekali. Rasanya sudah lama sekali saya tidak aktif di blog ini. Maaf ya kalau baru aktif. Oh ya, postingan kali ini akan sangat berbeda dengan postingan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas apa yang saya suka sejak kecil, yaitu bulu tangkis. Kita semua tahu bahwa bulu tangkis adalah olahraga populer di Indonesia dan sudah berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Mulai dari SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade sudah pernah meraih medali emas, perak, atau perunggu di even tersebut. Sangat membanggakan, bukan? Kalau kita berbicara mengenai bulu tangkis, pasti kita akan teringat pada sosok-sosok yang telah menjadi legenda dunia, seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma, Liem Swi King, Taufik Hidayat, Hendra Setiawan, Muhammad Ahsan, dan masih banyak lagi? Tapi, apakah sobat tahu Fredy Setiawan, Khalimatus Sadiyah, maupun Leani Ratri Oktila? Pasti sobat jarang atau bahkan tid...

Fitur dan Kelebihan yang Buat IDN App Beda

Berita atau informasi merupakan hal yang dibutuhkan oleh manusia. Dengan informasi, manusia akan mengetahui hal-hal yang baru saja terjadi atau sedang viral. Dulu, orang melakukan ‘ baca berita ’ melalui media cetak berupa koran. Saat ini, di zaman yang serba digital, membaca berita tidak hanya bisa dilakukan melalui media cetak, tetapi juga dari layar smartphone . Dengan aplikasi baca berita , seseorang mampu mendapatkan informasi secara real time melalui gawai mereka. Selain itu, hal lain yang menjadi keuntungan adalah informasi ini bisa didapatkan kapanpun dan dimanapun berada. Salah satu aplikasi baca berita yang popular di Indonesia adalah IDN App. Aplikasi ini menyasar generasi milenial dan gen Z. Lalu, fitur dan kelebihan apa sih yang dipunyai IDN App? Yuk kita simak ulasannya. 1.        Tampilan Sederhana Tampilan sederhana sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut. Terlihat pada bagian bawah, aplikasi ini terbagi menja...