Hai, sobat? Apa kabar? Semoga baik bahkan luar biasa, ya. Alhamdulillah, kabar saya baik sekali. Rasanya sudah lama sekali saya tidak aktif di blog ini. Maaf ya kalau baru aktif.
Oh ya, postingan kali ini akan sangat berbeda dengan postingan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas apa yang saya suka sejak kecil, yaitu bulu tangkis. Kita semua tahu bahwa bulu tangkis adalah olahraga populer di Indonesia dan sudah berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Mulai dari SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade sudah pernah meraih medali emas, perak, atau perunggu di even tersebut. Sangat membanggakan, bukan?
Kalau kita berbicara mengenai bulu tangkis, pasti kita akan teringat pada sosok-sosok yang telah menjadi legenda dunia, seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma, Liem Swi King, Taufik Hidayat, Hendra Setiawan, Muhammad Ahsan, dan masih banyak lagi? Tapi, apakah sobat tahu Fredy Setiawan, Khalimatus Sadiyah, maupun Leani Ratri Oktila? Pasti sobat jarang atau bahkan tidak pernah mendengar nama mereka.
Kali ini tulisan saya berisi kisah inspiratif dari salah satu atlet penyandang disabilitas yang prestasinya sudah mendunia, yaitu Leani Ratri Oktila.
Leani Ratri Oktila atau Leani adalah gadis yang lahir pada 6 Mei 1991 di Bangkinang, Riau. Dia lahir dalam keadaan normal. Sejak kecil, dia sudah menyukai bulu tangkis dan dia juga pernah mengikuti kejuaraan nasional dan Popda. Namun, pada tahun 2010 dia mengalami kecelakaan roda dua.
"Kecelakaan itu saya alami pada tahun 2010 dan mengharuskan saya tidak bisa normal seperti sedia kala. Namun karena niat yang kuat untuk terus berprestasi, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi atlet paralimpian, meski sempat mendapat tantangan dari orang tua," katanya yang saya kutip dari www.goriau.com .
Larangan dari kedua orang tuanya menjadi tantangannya saat mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2012. Namun, dia berhasil menjawab tantangan tersebut dengan meraih dua medali emas dan dua medali perak pada even tersebut.
Kini, dia pun menjadi atlet paralimpian yang profesional. Segudang prestasi telah diraihnya, diantaranya medali emas pada nomor ganda campuran SL3,4/SU5 bersama Fredy Setiawan pada Asian Paragames 2014, medali perak ganda putri SL3,4/SU5 bersama Khalimatus Sadiyah pada even yang sama, dan perunggu pada nomor tunggal putri SL4 Asian Paragames 2014. Selain itu, dia juga memperoleh masing-masing tiga medali emas pada dua even yang berbeda, yaitu ASEAN Paragames 2015 dan Indonesia Para Badminton Championship 2015 dengan nomor dan pasangan yang sama pada Asian Para Games 2014.
Kisah ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita. Kita harus bersyukur pada Tuhan yang telah memberi kita kenikmatan dan kita juga harus selalu berusaha untuk menggapai cita-cita kita. Jadi, semangat dalam meraih impian sobat.
Itulah yang bisa saya sampaikan pada edisi kali ini. Semoga bermanfaat.


Komentar
Posting Komentar